The 2nd International Conference on Educational Research and Evaluation

The 2nd International Conference on Educational Research and Evaluation

Jakarta (23/11/18) –I’ll open the event by hitting the Gong”, ucap Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Intan Ahmad, Ph.D seraya memukul Gong dalam acara The 2nd International Conference on Educational Research and Evaluation (ICERE).

International Conference on Educational Research and Evaluation (ICERE) kedua ini dilaksanakan oleh Program Magister PEP UNJ (Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Universitas Negeri Jakarta) bekerjasama dengan HEPI (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia) selama dua hari mulai Jum’at (23/11/18). Seminar internasional ini dihadiri sejumlah pembicara dari sejumlah negara,  diantaranya Bahrul Hidayat (Indonesia), Dr. Sue Thomson (Australia), Joys Ng (Singapura), Andrew Leo (Singapura) dan Frederick Koon-Shing Leung, BBS (Hong Kong). Selain itu hadir pula Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Intan Ahmad, Ph.D, Ketua HEPI UKD Jabodetabek Prof. Dr. Burhanuddin Tola, Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta Prof. Dr. Ilza Mayuni, M.A.

Prof. Dr. Burhanuddin Tola selaku ketua HEPI UKD Jabodetabek yang baru menjabat 3 bulan lalu menuturkan bahwa, “International Conference on Educational Research and Evaluation (ICERE) pertama kali diselenggarakan di Yogyakarta yang bertujuan agar setiap provinsi dapat mengelola perkembangan mutu pendidikan di daerah masing-masing sampai tingkat kabupaten bahkan setiap sekolah”.

 “first examine your system, then assess what’s delivered and what’s learned, and then
compare your results with those of other countries
”, demikian salah satu poin yang disampaikan oleh Dr. Sue Thomson, Deputy CEO Research Australian Council for Educational Research (ACER). Hal ini berkaitan dengan tema seminar Bridging Assessment to Improve Learning Outcomes, dikarenakan hasil belajar didapat setelah melalui kegiatan belajar (Abdurrahman, 2009: 37). Penilaian pun dapat dikategorikan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar.

it’s not just an event educators and academics can come together and learn from each other from different countries  but it’s also about networking and is pretty hard warming to see everyone to keep for the grasp and you know asking question and pretty presence such as you are really really keen to improve and to learn and we are sincerity”, ungkap Joys Ng yang merupakan spesialis penilaian Language and Literature department in the Assessment Planning and Development Division pada Singapore Examinations and Assessment Board.

Andrew Leo menambahkan, “We also very thankful to be invited for the conference and that’s allow of sharing and learning like from the keynote speaker the focus concern as well , so we can really learn about international testing such as policy and theme”. Joys Ng menutup wawancara dengan mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang besar dan berharap unversitas lain dapat memiliki pengalaman dalam konferensi (seperti yang dilakukan Universitas Negeri Jakarta).

Ilham Falani, M.Si selaku seksi acara mengungkapkan alasan menghadirkan pembicara dari ahlinya guna mengetahui level Indonesia dibanding Australia dan Singapura, juga mendapatan informasi mengenai E-Oral Assessment yang baru dikembangkan pula di Singapura berdasarkan pemaparan yang disampaikan oleh Andrew Leo dan Joys Ng pada sesi kedua.

Acara dimulai dengan pertunjukkan tari kesenian Jakarta yang disajikan oleh Program Studi Tari Universitas Negeri Jakarta dan disambut tepuk tangan meriah oleh kurang lebih 200 peserta seminar yang sebelumnya dipandu oleh Apriliana Liem selaku introducer pemateri dan MC Diyantari, M. App. Ling yang merupakan dosen dari Program Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Jakarta.  Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan oleh Ketua Komite ICERE, Ketua HEPI serta dibuka dengan pemukulan Gong oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Intan Ahmad, Ph.D yang diakhiri dengan doa oleh Iyan Irdiansyah, M.Pd.

Kegiatan ini menghasilkan MoU antara UNJ dan ACER, UNJ dan HEPI serta UNJ dan PPs. Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Intan Ahmad Ph.D dalam sambutannya berharap dengan adanya MoU ini kerjasama antara Universitas Negeri Jakarta dengan instansi lainnya dapat memiliki kesepahaman guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

 

    

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *