Dosen Tetap Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta adalah Dosen Tetap Universitas Negeri Jakarta yang berstatus Pegawai Negeri Sipil. Rekrutmen Pegawai Negeri Sipil yang dilakukan oleh Universitas Negeri Jakarta menaati Peraturan Pemerintah yang berlaku pada saat dosen tersebut direkrut sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Standar pendidik Pascasarjana UNJ mengacu Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT), Permenpan dan RB Nomor 46 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya, dan Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja UNJ.

  1. dosen tetap UNJ yang memiliki NIDN/NIDK;
  2. memiliki kualifikasi pendidikan Doktor sesuai bidang yang relevan;
  3. memiliki sertifikat pendidik;
  4. memiliki  jabatan akademik sekurang-kurangnya Lektor;
  5. memiliki keahlian sesuai dengan bidang keilmuan materi yang akan diampu;
  6. memiliki minimal satu artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi/sinta/internasional bereputasi dan/atau bentuk karya monumental lain yang diakui oleh kelompok pakar.
Dosen ditugaskan membimbing tesis pada Pascasarjana UNJ paling banyak 6 (enam) mahasiswa.
Kualifikasi Pembimbing:
  1. Dosen tetap UNJ yang memiliki NIDN/NIDK.
  2. Pembimbing pertama  dan kedua adalah dosen bergelar doktor dengan jabatan akademik sekurang-kurangnya Lektor.
  3. Dosen yang mempunyai keahlian sesuai dengan bidang keilmuan materi yang akan dibimbing.
  4. Dosen memiliki artikel yang telah diterbitkan di jurnal nasional yang terindeks Sinta dan/atau jurnal internasional sesuai dengan masalah penelitian dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir.
Pembimbing bertugas mengarahkan penyusunan usulan penelitian, penyusunan dan ujicoba instrumen (untuk penelitian kuantitatif), pengumpulan dan analisis data, serta penulisan tesis agar sesuai dengan kaidah keilmuan. Dalam rangka bimbingan tersebut, seorang mahasiswa berhak menentukan variabel yang diteliti secara metodologis (untuk penelitian kuantitatif), menentukan fokus penelitian (untuk penelitian kualitatif), dan teknis analisis data yang digunakan selama dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Komisi pembimbing dalam konteks ini bertugas secara “tut wuri handayani” untuk membantu mahasiswa melakukan penelitian yang diminati¬nya secara benar. Sekiranya timbul konflik antara mahasiswa dan pembimbing, Koordinator Program Studi dan/atau Pimpinan Pascasarjana akan melakukan arbitrase untuk menemukan solusi permasalahan berdasarkan kaidah keilmuan. Pembimbing mendampingi mahasiswa dalam mempertahankan proposal tesis pada seminar proposal tesis dan ujian tesis. Saran yang disampaikan dalam seminar proposal tesis dan ujian tesis digunakan sebagai masukan perbaikan proposal sepanjang disetujui oleh pembimbing. Isi dan metodologi tesis yang digunakan dalam tesis merupakan kewenangan dan tanggung jawab mahasiswa di bawah bimbingan pembimbing. Otoritas untuk memberikan persetujuan terhadap aspek substansi keilmuan, metodologi, teknis, dan fraksis ada pada pembimbing. Khusus aspek metodologi, teknis, dan fraksis, Koordinator Program Studi dan Direktur Pascasarjana UNJ dapat memberikan masukan dan/atau perbaikan sebelum memberikan persetujuan. Pembimbing membimbing mahasiswa sampai ke ujian tesis. Semua keputusan dewan penguji ujian tesis program magister bersifat mengikat dan harus ditaati oleh semua pihak termasuk mahasiswa dan pembimbing

Pembimbing dapat diganti apabila:

  1. Pembimbing dan mahasiswa selama dua semester sejak surat keputusan pembimbing diterbitkan belum berhasil mencapai kesepakatan mengenai proposal tesis yang dibuktikan dengan buku konsultasi.
  2. Apabila terdapat konflik antara mahasiswa dan pembimbing mengenai pendekatan dalam penyusunan proposal dan penulisan tesis yang tidak dapat diselesaikan melalui arbitrase.
  3. Pembimbing meninggalkan Jakarta lebih dari 6 (enam) bulan.
  4. Pembimbing tidak dapat melakukan kegiatan karena sakit.
  1. Dosen tetap UNJ yang memiliki NIDN/NIDK
  2. memiliki kualifikasi pendidikan Doktor sesuai bidang yang relevan;
  3. memiliki sertifikat pendidik;
  4. memiliki  jabatan fungsional minimal Lektor Kepala;
  5. memiliki keahlian sesuai dengan bidang kajian yang diampu;
  6. memiliki rekam jejak publikasi minimal dua artikel ilmiah  di jurnal internasional bereputasi dan/atau jurnal nasional terakreditasi dan/atau bentuk karya monumental lain yang diakui oleh kelompok pakar
Dosen ditugasi membimbing disertasi pada Pascasarjana UNJ paling banyak 6 (enam) mahasiswa.

 

Kualifikasi Promotor dan Ko-promotor
  1. Dosen tetap UNJ yang memiliki NIDN/NIDK.
  2. Promotor adalah dosen tetap UNJ bergelar doktor dengan jabatan sekurang-kurangnya akademik Lektor Kepala dan sebagai penulis utama pada jurnal ilmiah internasional bereputasi dalam 5 (lima) tahun terakhir.
  3. Ko-promotor adalah dosen tetap UNJ bergelar sekurang-kurangnya doktor dengan jabatan Lektor dan sebagai penulis utama pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau jurnal internasional.
  4. Dosen yang mempunyai keahlian sesuai dengan bidang keilmuan materi yang akan dibimbing.
Promotor/Ko-promotor bertugas mengarahkan usulan penelitian, penyusunan dan ujicoba instrumen (khusus kuantitatif), pengumpulan dan analisis data, serta penulisan disertasi agar sesuai dengan kaidah keilmuan. Dalam rangka bimbingan tersebut, seorang mahasiswa berhak menentukan variabel yang diteliti secara metodologis (untuk penelitian kuantitatif), menentukan fokus penelitian (untuk penelitian kualitatif), dan teknis analisis data yang digunakan selama dapat dipertanggungjawabkan secara keilmu¬an. Promotor dan ko-promotor dalam konteks ini bertugas secara “tut wuri handayani” untuk membantu mahasiswa melakukan penelitian yang diminatinya secara benar. Sekiranya timbul konflik antara mahasiswa dan promotor/ko-promotor, pimpinan Pascasarjana UNJ akan melakukan arbitrase untuk menemukan solusi permasalahan berdasarkan kaidah keilmuan. Promotor/Ko-promotor mendampingi dan menguji mahasiswa dalam memperta¬hankan pada kolokium, seminar proposal, dan ujian kelayakan disertasi, ujian tertutup disertasi dan promosi doktor. Otoritas untuk memberikan persetujuan terhadap aspek substansi keilmuan, metodologi, teknis, dan fraksis ada pada promotor/ko-promotor. Koordinator Program Studi dan Pimpinan Pascasarjana UNJ dapat memberikan masukan dan/atau perbaikan sebelum memberikan persetujuan.

Promotor/ko-promotor dapat diganti apabila:

  1. promotor/ko-promotor dan mahasiswa selama 2 (dua) semester sejak surat keputusan diterbitkan belum berhasil mencapai kesepakatan mengenai topik disertasi yang dibuktikan dengan buku konsultasi;
  2. promotor/ko-promotor meninggalkan Jakarta lebih dari 6 (enam) bulan;
  3. ada masalah antara mahasiswa dan pembimbing yang tidak menemukan solusi yang terbaik;
  4. promotor/ko-promotor tidak dapat melakukan kegiatan karena sakit.
Prosedur penggantian Promotor/Ko-promotor

Apabila ada mahasiswa yang sudah memenuhi persyaratan untuk mengganti promotor/ko-promotor, mahasiswa yang bersangkutan dapat mengajukan penggantian promotor/ko-promotor dengan prosedur sebagai berikut.

  1. Mahasiswa mengajukan permohonan penggantian promotor/ko-promotor kepada Direktur Pascasarjana UNJ dengan menuliskan nama promotor/ko-promotor yang diganti dan yang diusulkan serta alasan penggantian pembimbing.
  2. Permohonan tersebut dikonsultasikan kepada Koordinator Program Studi untuk memperoleh pertimbangan dan persetujuan.
  3. Permohonan penggantian promotor/ko-promotor yang telah disetujui dan ditandatangani oleh Koordinator Program Studi disampaikan kepada Direktur Pascasarjana untuk proses lebih lanjut.
  4. Direktur Pascasarjana mempelajari permohonan tersebut dan jika diperlukan akan berkonsultasi dengan Koordinator Program Studi dan membicarakan dengan mahasiswa yang bersangkutan.
  5. Direktur Pascasarjana UNJ menerbitkan Surat Keputusan Penggantian Promotor. Pengganti yang tembusannya disampaikan kepada promotor/ko-promotor lama dan promotor/ko-promotor baru serta kepada Rektor UNJ.
  6. Penerbitan SK seperti pada butir (5) tidak mempersyaratkan persetujuan promotor/ko-promotor.