Kemahasiswaan

Rekrutmen mahasiswa baru mengacu Buku Panduan Program Pascasarjana yang telah disahkan berdasarkan SK Rektor No. 697/SP/2010 bahwa rekrutmen dilakukan melalui seleksi dengan menggunakan instrumen tes yang berupa Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris. Tes diselenggarakan secara terpusat oleh PPs di bawah Panitia Seleksi yang diangkat berdasarkan SK Direktur. Panitia ini terdiri atas Ketua Program Studi, Asdir I dan Asdir II, Direktur dan Staf PPs UNJ. Seleksi semua Program Studi dilakukan secara bersamaan. Setiap Program Studi memiliki kriteria input yang berbeda pada bobot nilai komponen Tes Potensi Akademik sesuai dengan karakter Program Studi.

Komponen Tes Potensi Akademik antara lain:

  1. Penalaran
  2. Numerik
  3. Verbal
  4. Pesepsi Ruang

Di samping itu, PPs UNJ menetapkan persyaratan bagi calon mahasiswa Program Magister yaitu:

Pelaksanaan Seleksi

a. Seleksi calon mahasiswa Program Pascasarjana dilakukan dua kali satu tahun yaitu;

  1. Penerimaan Semester Gasal untuk Program Reguler dan non-Reguler.
  2. Penerimaan Semester Genap untuk Program non-Reguler.

b. Penerimaan Semester Gasal dilakukan bulan April dan Penerimaan Semester Genap dilakukan bulan Desember.

Persyaratan

  • Calon mahasiswa program S2 memiliki IPK S1 minimal 2,75 dan untuk program S3 memiliki IPK S2 minimal 3,25 dari program studi terakreditasi.
  • Bagi calon mahasiswa yang memiliki IPK 2,25 ≤ IPK < 2,75 untuk S2 dan 3,00 ≤ IPK < 3,25 untuk S3 dapat mengikuti seleksi dengan persyaratan telah bekerja minimal tiga tahun atau mendapatkan rekomendasi dari guru besar yang bidang keahliannya relevan dengan program studi yang dipilih.
  • Mengikuti seleksi yang diadakan oleh Program Pascasarjana dengan mata uji Tes Pontensi Akademik dan Bahasa Inggris (TOEFL).
  • Calon mahasiswa yang dapat diterima sebagai mahasiswa program pascasarjana adalah calon mahasiswa yang lulus TPA dengan skor minimal 450 untuk S2 dan 500 untuk S3; serta lulus TOEFL dengan skor minimal 450 untuk S2 dan skor minimal 500 untuk S3.
  • Calon mahasiswa yang lulus Tes Potensi Akademik (TPA) dan memperoleh 400 ≤ skor TOEFL < 450 untuk S2 dan 450 ≤ skor TOEFL < 500 untuk S3 dapat diterima dengan syarat mengikuti perkuliahan bahasa Inggris setara 3 sks selama satu semester untuk mencapai batas lulus TOEFL.
  • Calon mahasiswa memiliki dua pilihan program studi. Penentuan kelulusan pada program studi yang dipilih berdasarkan kriteria skor TPA yang disesuaikan dengan karakteristik program studi.
  • Apabila karena sesuatu hal, calon mahasiswa yang dinyatakan lulus dan tidak mendaftar sesuai waktu yang ditentukan maka diberikan kesempatan untuk mendaftar tahun berikutnya tanpa mengikuti seleksi ulang dengan melapor secara tertulis kepada Direktur.
  • Lulusan program S2 PPs UNJ dengan yudisium cum laude (IPK > 3,71) dapat diterima sebagai mahasiswa S3 tanpa seleksi.
  • Calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus seleksi diwajibkan mendaftar ulang dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh PPs UNJ.

Dengan pola penerimaan mahasiswa baru seperti ini diharapkan akan mendapatkan calon mahasiswa dengan prioritas pada kualitas prestasi akademik. Proses seleksi mahasiswa baru dimulai dengan penentuan daya tampung setiap program studi. Daya tampung ditentukan berpedoman pada standar yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Dikti dan kemampuan Program studi. Proses penetapan daya tampung dimulai dari usul setiap program studi, kemudian dibahas di tingkat PPs dan Universitas. Sementara porsi calon mahasiswa yang direkrut dari masing-masing kategori seleksi dipertimbangkan setiap tahun akademik dengan memperhatikan porsi mahasiswa yang daftar ulang dari setiap kategori penerimaan, daya tampung setiap program studi, dan minat masyarakat.