Bimbingan Teknis Penguatan Akademik Pascasarjana UNJ

Bimbingan Teknis Penguatan Akademik Pascasarjana UNJ

Minggu (17/11/ 2019) Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Akademik Pascasarjana UNJ. Bimtek ini mengagendakan tiga hal penting yaitu tentang (1)Arah pengembangan kurikulum program studi; (2). Penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) ; dan (3). Roadmap penelitian dan luaran yang dihasilkan.

Bimtek ini juga merupakan rapat perdana Direktur Pascasarjana UNJ Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd. tentang penguatan mutu akademik Pascasarjana UNJ. Dalam kesempatan sambutannya Prof Nadiroh mengatakan “tak kenal maka tak sayang, kenalilah dirimu maka akan mengenal Tuhanmu, kenali orang lain maka kau akan memahami dan menyayanginya” . Lebih lanjut Prof Nadiroh mengemukakan ” pada tanggal 8 November 2019, saya hadir untuk melanjutkan dan menerima amanah sebagai Direktur Pascasarjana UNJ, perjalanan menapaki mutu yang dicita-citakan bersama di Pascasarjana UNJ dengan berbagai perspektif yang konstruktif. Tahun depan, terdapat mahasiswa asing dari China 50 orang yang akan studi lanjut di Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) dan Doktoral Manajemen Pendidikan (S3 MP) yang akan dimulai pada Februari 2020. Untuk mencapai cita cita bersama itu dilakukan sejak pertama Pascasarjana UNJ didirikan pada tahun 1978. Sejak tahun 1978 itu hingga 2019. Pascasarjana UNJ sudah 41 tahun berdiri dengan beberapa pimpinan silih berganti, dari Prof. Dr. Setijadi (1978 – 1980), Prof. Dr. T. Hardjono (1980 – 1983), Prof. Dr. AOB Situmorang (1984 – 1987), Prof. Dr. Jujun S. Suriasumantri (1987 – 2001), Prof. Dr. I Made Putrawan (2001 – 2009), Prof. Dr. Djaali (2009 – 2014), Prof. Dr. Mochamad. Asmawi (2014 – 2017), Prof. Dr. Ilza Mayuni, MA (Plh,. Plt.) (2017 – 2019), Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd. (2019 – 2021)

Prof Nadiroh juga menjelaskan bahwa manusia masa depan harus bisa menerima perubahan. Diantara karakter yang diperlukan untuk masa depan adalah adaptif, fleksible, kreatif, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berkarakter, memiliki integritas, compassion. Ini dikutip dari Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Prioritas dari Prof Nadiroh dari kegiatan ini yaitu program studi termotivasi menghasilkan sebuah produk unggulan program studi berupa publikasi, riset, paten, citasi dan karya inovasi.

Prof Nadiroh kemudian mengajak semuanya untuk “menabur sedikit kebaikan di sudut kecil akan menggetarkan Kebaikan lainnya dengan radius yang lebih nesar”

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor UNJ, Dr. Kommarudin, M.Si. sekaligus membuka acara.

Menurut Rektor UNJ, pascasarjana UNJ merupakan Pascasarjana terbesar diantara Pascasarjana LPTK lainnya, sehingga perlu dikelola dengan fokus dan serius. Beberapa perbaikan telah banyak di lakukan oleh pemimpin sebelumnya yaitu Plt. Direktur Prof. Dr. Ilza Mayuni, M.A. dibidang akademik. Untuk selanjutnya perlu ditingkatkan oleh Direktur Pascasarjana selanjutnya yaitu Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd.

Selain itu, menurut Rektor UNJ, paradigma yang berbeda perlu didiskusikan untuk memperoleh titik temu dalam rangka memperkuat keilmuan Pascasarjana UNJ.

Masih dalam sambutannya, Rektor mengatakan perlu adanya singkronisasi antara S1,S2 dan S3 agar tidak terjadi overlap dan perlu didiskusikan terturama untuk pengelola S1,S2 dan S3 yang sebidang ilmu. UNJ juga harus percaya diri dalam mengembangkan keilmuan melalui riset, membuat buku, penelitian secara terstrtuktur dan terukur sesuai target kerja yang terdapat pada program kerja. Selalu melakukan review, koordinasi, evaluasi program kerja untuk membuat rencana kedepannya.

Rektor dipenghujung sambutanya juga menyinggung roadmap penelitian Pascasarjana UNJ yang harus berani menentukan target inovasi, tidak hanya luaran yang rutinitas namun harus menghasilkan inovasi dan produktivitas. Produktivitas tidak akan terjadi apabila tidak ada kolaborasi antara Kelompok Bidang Ilmu (KBI), dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan produk unggul. Diskusi rutinitas perlu dilakukan untuk menghasilkan teori-teori baru yang menjadi bagian dari proses riset.(ubbp)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *